PEKANBARU ,Bandamuaonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menjajaki kerja sama antar daerah di sektor pangan dengan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Sumatera Barat. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Wacana tersebut disampaikan langsung Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, saat menghadiri acara Halal Bihalal PKDP-Gempars Kota Pekanbaru, Minggu (19/4/2026). Ia menegaskan, selama ini Pekanbaru menjadi salah satu daerah penampung utama berbagai komoditas pangan dari Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
“Produk seperti beras, sayur-mayur hingga hasil perikanan dari sana selama ini banyak masuk ke Pekanbaru. Jika ada kerja sama resmi, distribusi akan lebih terjamin, harga lebih terkendali, dan petani juga mendapat kepastian pasar,” ujarnya.
Menurutnya, Pemko Pekanbaru akan segera membuka komunikasi formal dengan kedua pemerintah daerah tersebut guna membahas skema kerja sama yang konkret. Bentuk kerja sama yang dirancang meliputi kontrak pembelian hasil pertanian, penguatan sistem distribusi, hingga promosi produk UMKM pangan di pasar Pekanbaru.
Momentum Halal Bihalal PKDP-Gempars dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus penyampaian gagasan strategis kepada tokoh masyarakat dan pelaku usaha asal Piaman yang berdomisili di Pekanbaru.
Jika terealisasi, kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat timbal balik. Pekanbaru memperoleh jaminan pasokan pangan yang stabil, sementara Padang Pariaman dan Kota Pariaman mendapatkan akses pasar yang lebih pasti dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kerja sama antar daerah ini sebagai langkah kolaboratif yang saling menguntungkan.
“Ini kerja sama yang sangat positif. Kami berharap bisa segera ditindaklanjuti ke tahap teknis,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, Padang Pariaman sebagai salah satu sentra produksi pertanian di Sumatera Barat memiliki sejumlah komoditas unggulan seperti beras, cabai, bawang, dan sayuran yang berpotensi memperkuat pasokan pangan Pekanbaru.
Sebaliknya, Pekanbaru dinilai memiliki keunggulan dari sisi pasar, infrastruktur distribusi, dan jaringan logistik yang mampu menyerap hasil pertanian secara lebih stabil. Dengan adanya kerja sama resmi, rantai pasok diyakini dapat dipersingkat sehingga harga di tingkat konsumen lebih terkendali dan petani memperoleh kepastian penyerapan hasil panen.
Lebih jauh, Rahmat menambahkan bahwa potensi kerja sama tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas, tetapi juga mencakup pertukaran teknologi pertanian, pendampingan kelompok tani, hingga pengembangan sistem pergudangan dan transportasi bersama.
“Prinsipnya saling menguatkan. Kami punya produksi, Pekanbaru punya pasar. Dengan kolaborasi ini, inflasi pangan bisa ditekan bersama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pun menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti rencana tersebut melalui pembahasan teknis, termasuk pemetaan komoditas, skema kontrak dengan petani, serta mekanisme distribusi antar daerah.***Bmc(Mp)
