PELALAWAN ,Bandamuaonline.com — Polsek Bandar Sei Kijang melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung pipil di lahan PT. CDSL wilayah Sekijang pada Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan pemantauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pertanian jagung yang menjadi salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Bandar Sei Kijang.
Dalam hasil pantauan di lapangan, petugas menemukan kondisi tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang tidak merata. Selain itu, sebagian tanaman juga teridentifikasi terserang hama kumbang yang berpotensi mengganggu produktivitas.
Kapolsek Bandar Sei Kijang AKP Abdul Halim, S.E., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah.
“Dari hasil pantauan kami hari ini, perkembangan tanaman jagung pipil di lahan PT CDSL Sekijang terlihat tidak merata. Kami juga mendapati adanya serangan hama kumbang pada beberapa titik tanaman,” ujar AKP Abdul Halim.
Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan dinas terkait agar segera dilakukan penanganan. Tujuannya agar serangan hama tidak meluas dan pertumbuhan tanaman bisa dioptimalkan.
“Kami berharap pihak perusahaan bersama penyuluh pertanian dapat segera melakukan langkah pengendalian hama. Dengan begitu hasil panen jagung pipil nanti bisa maksimal dan mendukung program ketahanan pangan,” tambahnya.
AKP Abdul Halim juga mengapresiasi upaya PT CDSL yang telah membuka lahan jagung di wilayah Sekijang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
Kegiatan monitoring ditutup dengan pengecekan langsung ke beberapa blok pertanaman jagung dan diskusi bersama petugas lapangan PT CDSL terkait kendala yang dihadapi di lapangan.
Polsek Bandar Sei Kijang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan program pertanian di wilayahnya berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.***Bmc(Mp)
