oplus_34
PEKANBARU ,Bandamuaonline.com — Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han, membuka ruang kritik dari masyarakat dan insan pers serta menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi tegas kepada prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran.
Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI Agustatius Sitepu saat agenda silaturahmi dan liputan khusus bersama awak media yang berlangsung di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang perkenalan sekaligus penguatan kemitraan antara Korem 031/Wira Bima dan media di Provinsi Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalisme prajurit TNI.
“Saya sangat terbuka terhadap koreksi, masukan, dan saran dari seluruh komponen masyarakat, termasuk rekan-rekan media. Jika ada prajurit yang melanggar hukum atau aturan, laporkan kepada saya,” ujarnya.
Agustatius Sitepu menilai media memiliki peran strategis sebagai mitra TNI sekaligus mata dan telinga pimpinan di lapangan. Menurutnya, pemberitaan yang disusun berdasarkan fakta dan data justru membantu pimpinan mengetahui kondisi riil satuan di bawah.
“Justru saya bersyukur apabila media menemukan pelanggaran anggota. Itu menjadi bahan evaluasi bagi saya untuk melakukan pembinaan dan penindakan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemberitaan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional, berimbang, dan terverifikasi. Ia menilai informasi yang hanya didasarkan pada asumsi tanpa data berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Terkait penegakan disiplin, Danrem 031/Wira Bima memastikan tidak ada toleransi bagi prajurit yang menyalahgunakan kewenangan. Setiap pelanggaran, kata dia, akan diproses sesuai aturan hukum dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI.
“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Jika terbukti melanggar, akan kami tindak tegas sesuai aturan. Ini bagian dari komitmen kami menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik,” katanya.
Agustatius Sitepu menambahkan, keterbukaan dan penegakan disiplin tersebut merupakan implementasi dari visi Panglima TNI PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif) yang harus dijalankan hingga ke tingkat satuan paling bawah.
Ia berharap melalui sinergi yang baik antara TNI, media, dan masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban di Provinsi Riau dapat terus terjaga secara kondusif.***Bmc(Mp)


