PEKANBARU ,Bandamuaonline.com — Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Jalan Ronggo Warsito, Kecamatan Sail, Kamis (26/2/2026) sore. Dalam kesempatan tersebut, Pemko Pekanbaru menyalurkan berbagai bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial dan keagamaan kepada masyarakat.
Bantuan yang diserahkan antara lain dana pembangunan Masjid Nurul Huda sebesar Rp100 juta, satu unit televisi 43 inci, fasilitas WiFi gratis untuk masjid, bantuan pendidikan, bantuan dari Baznas, bantuan kursi roda, serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan Bank Riau Kepri Syariah senilai Rp10 juta.
Safari Ramadan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau dan DPRD Kota Pekanbaru, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Drs. Ingot Ahmad Hutasuhut, Ketua I TP PKK Hj. Sari Rahmawati, SpOG, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Brand Manager BRK Syariah Sudirman, Azambroni Saproni.Wakil Ketua Baznas Kota Pekanbaru, Aziralimunir, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah Masjid Nurul Huda.
Dalam sambutannya, Markarius Anwar menyampaikan apresiasi kepada para tokoh masyarakat, sesepuh kampung, serta mantan pejabat yang berdomisili di sekitar Masjid Nurul Huda. Ia menyebut masjid tersebut memiliki posisi strategis, tidak hanya karena letaknya di pinggir jalan utama, tetapi juga sebagai pusat berkumpulnya tokoh dan pemikir yang peduli terhadap kemajuan daerah.
Terkait ketidakhadiran Wali Kota Pekanbaru, Markarius menyampaikan salam hormat dari kepala daerah yang berhalangan hadir karena memenuhi undangan resmi Baznas Pusat terkait program bantuan dan pelatihan masyarakat.
“Program tersebut insyaAllah akan membawa bantuan besar bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Sesuai ketentuan, kepala daerah harus hadir langsung untuk memastikan program berjalan dengan baik,” jelasnya.
Fiskal Membaik, Infrastruktur Digenjot
Dalam kesempatan itu, Markarius juga memaparkan kondisi fiskal Kota Pekanbaru di awal masa pemerintahan yang dihadapkan pada beban utang sekitar Rp470 miliar, akumulasi dari periode sebelumnya. Namun, pada tahun pertama kepemimpinan, Pemko memprioritaskan pelunasan tunggakan dan hak pegawai.
“Alhamdulillah, hari ini bukan hanya tidak ada utang, kita bahkan mencatatkan surplus anggaran,” ujarnya.
Ia menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp400 miliar meningkat signifikan pada 2025 hingga mendekati Rp1,2 triliun. Capaian tersebut memungkinkan Pemko membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sempat tertunda, bahkan hingga 16 bulan, serta tetap mencatatkan surplus sekitar Rp200 miliar di akhir tahun anggaran.
Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya perbaikan infrastruktur jalan. Pada tahun pertama, Pemko merehabilitasi sekitar 42 kilometer jalan rusak berat yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
Efisiensi besar-besaran, terutama pada anggaran perjalanan dinas yang dialihkan lebih dari Rp50 miliar untuk perbaikan jalan, menjadi kunci percepatan pembangunan tersebut.
Pendidikan, Sosial, dan Lingkungan
Di sektor pendidikan dan sosial, Markarius mengungkapkan Pemko berhasil mengembalikan 1.578 anak yang sebelumnya putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan. Penanganan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Posyandu dan elemen masyarakat, dari sekitar 3.000 anak yang mengalami kekurangan gizi.
Sementara itu, persoalan sampah yang sempat berstatus darurat kini ditangani dengan sistem baru melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) berbasis masyarakat. TPS liar di pinggir jalan ditiadakan dan dialihkan ke TPS wilayah.
Lebih lanjut, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke depan direncanakan menjadi sumber pendapatan daerah melalui kerja sama dengan investor dalam skema Waste to Energy (WTE), di mana sampah akan diolah menjadi energi listrik dengan sistem bagi hasil.
“Ini bukan lagi sampah menjadi masalah, tetapi sampah menjadi berkah,” ujarnya.
Program Keagamaan dan Budaya
Di bidang keagamaan, Pemko Pekanbaru mendeklarasikan program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an. Dari lebih 1.000 siswa yang sebelumnya belum bisa membaca Al-Qur’an, kini lebih dari 11.000 anak telah mampu membaca Al-Qur’an. Target selanjutnya adalah mencetak 10.000 penghafal Al-Qur’an.
Selain itu, Pemko juga menghidupkan kembali Rumah Tuan Kadi sebagai pusat kebudayaan Melayu dan merevitalisasi Kampung Bandar sebagai kampung wisata budaya. Program sosial seperti nikah massal gratis bagi pasangan kurang mampu juga terus digulirkan.
“Semua ini bukan semata kerja pemerintah, tetapi hasil gotong royong bersama. InsyaAllah dengan kebersamaan ini, Pekanbaru akan maju secara fisik, sekaligus kuat secara sosial, ekonomi, budaya, dan agama,” tutup Markarius.
Pengurus Masjid Sampaikan Harapan
Sementara itu, Pengurus Masjid Nurul Huda Marjan Ustha menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pemko Pekanbaru dalam Safari Ramadan tersebut.
Ia menjelaskan, masjid yang berdiri sejak 1960-an itu telah beberapa kali direnovasi, terakhir sejak 2018. Atap, bagian luar, dan fasilitas kamar mandi telah diperbaiki, namun masih membutuhkan penyelesaian interior dan pembangunan tower masjid.
Selain itu, pengurus juga menyampaikan kebutuhan satu unit ambulans untuk mendukung pelayanan pemakaman masyarakat Kampung Gobah dan sekitarnya.
“Kami berharap pembangunan masjid ini dapat dilanjutkan secara bertahap dan kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.
Safari Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama jemaah, menandai komitmen kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Pekanbaru ***Bmc(Mp)
