PEKANBARU ,Bandamuaonline.com — Semangat membangun keluarga yang kuat dan sehat kembali digaungkan melalui kegiatan Sosialisasi & Simulasi The Parenting Project yang diselenggarakan oleh DPC API Pekanbaru bekerja sama dengan CBN. Bertempat di Gereja GPdI Hosana Pekanbaru, kegiatan ini dihadiri sekitar 25 pasangan pendeta dan gembala yang rindu diperlengkapi untuk menjawab tantangan keluarga masa kini.
Acara diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Gideon Benny Setiawan, S.Th, membawa suasana hati peserta untuk kembali menyadari bahwa pelayanan keluarga adalah bagian dari panggilan ilahi yang tidak bisa diabaikan.
Dalam sambutannya, Ketua DPC API Pekanbaru, Pdt. Anthony Sibagariang, S.Th menekankan pentingnya gereja tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah jemaat, tetapi juga kualitas keluarga jemaat. Senada dengan itu, Ketua DPD API Provinsi Riau, Pdt. Anton Situmeang, M.Pd mengajak para pemimpin rohani untuk menjadi pelopor dalam membangun generasi yang sehat melalui keluarga yang dipulihkan dan diperlengkapi.
Materi utama disampaikan oleh tim fasilitator CBN, yaitu Jonny Aman Sijabat (Fasilitator CBN Provinsi Riau) dan Alizaro Telaumbanua, M.PdK (Head Fasilitator Sumbangsel). Melalui sesi sosialisasi dan simulasi, para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengalami langsung pendekatan praktis dalam mendampingi keluarga jemaat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan interaksi yang hidup. Para peserta menyadari bahwa The Parenting Project bukan sekadar program, tetapi sebuah kebutuhan mendesak di tengah berbagai krisis keluarga yang semakin kompleks. Program ini dinilai sangat relevan untuk diterapkan di gereja-gereja, sebagai sarana memperlengkapi orang tua dalam membangun generasi yang takut akan Tuhan.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai pertemuan, tetapi menjadi titik awal gerakan yang lebih besar. DPC API Pekanbaru berkomitmen untuk mendorong implementasi The Parenting Project secara lebih luas di gereja-gereja anggotanya, sehingga dampaknya nyata dirasakan oleh jemaat dan masyarakat.
Melalui langkah ini, API Riau dan Pekanbaru kembali menegaskan perannya: bukan sekadar organisasi, tetapi alat Tuhan untuk memperkuat keluarga, memulihkan generasi, dan membawa terang di tengah dunia.
Ketika keluarga dipulihkan, gereja akan dikuatkan, dan masa depan akan dipenuhi harapan.***(Red*)
