SOLOK — Kabar membanggakan datang dari salah satu putra terbaik “Kabupaten Solok”, Sumatera Barat. Joni Saputra mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau), berhasil melaju ke babak final “Lomba Essay Nasional NEIRA 3 (National Essay & Innovation Research Awards 3)” yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 29–30 Juni 2026
Yang membanggakan, karya yang mengantarkan Joni ke panggung nasional ini secara khusus mengangkat kekayaan dan keindahan pariwisata Kabupaten Solok sebagai jantung gagasannya. Karya tersebut berjudul SMARTOUR Solok: Transformasi Digital Pariwisata Melalui Smart Governance, Integrated Platform, dan Sustainable Tourism Management di Kawasan Kabupaten Solok Guna Optimalisasi Pariwisata.
Kabupaten Solok sendiri merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang menyimpan pesona wisata luar biasa. Dengan **117 destinasi wisata** yang tersebar dari kawasan Danau Singkarak, Danau Talang, Alahan Panjang, Bukit Cambai, hingga ratusan destinasi alam dan budaya di pelosok nagari, Kabupaten Solok telah mencatatkan lebih dari **1,5 juta kunjungan wisatawan** hingga pertengahan 2024. Potensi inilah yang Joni bawa dan perkenalkan kepada seluruh Indonesia melalui karyanya.
Dalam esainya, Joni menawarkan konsep platform digital terpadu bernama **SMARTOUR Solok** — sebuah inovasi yang dirancang untuk menghubungkan seluruh destinasi wisata Kabupaten Solok dalam satu ekosistem digital berbasis teknologi dan komunitas, agar keindahan Solok semakin dikenal dan mudah dijangkau wisatawan dari seluruh penjuru negeri.
“Kabupaten Solok punya kekayaan wisata alam dan budaya yang begitu indah dan beragam. Melalui karya ini, saya ingin memperkenalkan Solok kepada seluruh Indonesia, bahwa ada surga wisata di Sumatera Barat yang layak untuk dikunjungi dan dibanggakan,” ujar Joni penuh semangat.
Peserta yang berhasil melaju ke babak final nantinya akan melakukan **presentasi karya dan berbagai rangkaian kegiatan** di Yogyakarta. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan emas bagi nama **Kabupaten Solok** untuk tampil dan dikenal di hadapan para akademisi, juri, dan delegasi dari seluruh Indonesia.
Joni menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar seluruh masyarakat serta pemerintah Kabupaten Solok dapat turut bersuka cita atas pencapaian ini.
“Ini adalah kebanggaan kita bersama sebagai masyarakat Kabupaten Solok. Saya hanya ingin menjadi jembatan agar keindahan wisata Solok semakin dikenal luas. Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Solok adalah energi terbesar saya untuk tampil maksimal di Yogyakarta,” ungkap Joni.
Melalui Perhimpunan Perantau Kabupaten Solok (PPKS), Joni tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengharumkan nama **Kabupaten Solok** di panggung nasional.
Fedriyal selaku SEKJEN PKKS juga mengungkapkan ” ini bukti nyata kalau mahasiswa perantaun pun bisa berkontribusi untuk tanah kelahiran kami berharap pemkab.solok dapat mendukung penuh bibit unggul seperti ini ”
Selaras dengan itu ketua pkks bapak faisal juga berkata ” saya bangga adanyaa generasi perantau dari kab.solok yang terus memikirkan kemajuan kab.solok ini sebuah bukti nyata kalau generasi solok itu unggul dari segi manapun ”
“Semoga keikutsertaan saya ini bisa menjadi kebanggaan dan membuka mata banyak orang bahwa Kabupaten Solok adalah daerah yang kaya, indah, dan penuh potensi yang siap bersaing di level nasional maupun internasional,” pungkas Joni.(Red*)
