PEKANBARU ,Bandamuaonline.com – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis terus melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (17/9/2026). Tim gabungan masih melakukan pendinginan intensif pada dua titik yang menyisakan asap guna mencegah munculnya kembali api di lahan gambut.
Di Kabupaten Bengkalis, penanganan berlangsung di Jalan Nipah, Dusun 01, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan. Memasuki hari kedelapan operasi, tim gabungan berhasil mengendalikan sekitar 6,7 hektare dari total lahan terdampak seluas 7 hektare. Meski demikian, sekitar 0,3 hektare masih mengeluarkan asap sehingga personel tetap melakukan pembasahan dan pendinginan secara berkelanjutan.
Sebanyak 8 personel TNI bersama unsur Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan dengan dukungan mesin mini strike, selang, dan peralatan pemadaman lainnya. Kendala utama yang dihadapi yakni terbatasnya sumber air, kondisi tanah gambut, cuaca panas tanpa hujan, serta jarak lokasi yang mencapai sekitar 80 kilometer dari Koramil.
Sementara itu, di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, tim gabungan melanjutkan pendinginan pada titik karhutla yang memasuki hari kedua penanganan. Personel TNI, Polri, BPBD, dan MPA terus membasahi area terdampak guna memastikan bara api tidak kembali menyala.
“Kami fokus melakukan pendinginan dan pengawasan di seluruh titik yang masih mengeluarkan asap. Upaya penyekatan, pembasahan, dan patroli terus dilakukan agar api tidak meluas maupun muncul kembali,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Selain melakukan pendinginan, tim juga membuka jalur darurat menuju lokasi, membuat sekat bakar alami, serta melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait dalam mengendalikan karhutla dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran lahan di wilayah Riau. (Red*)
