PEKANBARU ,Bandamuaonline.com — Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, melontarkan peringatan keras kepada para pejabat administrator, pengawas, serta kepala sekolah yang baru dilantik agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan masyarakat maupun Pemerintah Provinsi Riau.
Peringatan tersebut disampaikan SF Hariyanto saat memberikan sambutan dalam pelantikan 238 pejabat eselon III, eselon IV, dan kepala sekolah di Balai Serindit, Pekanbaru, Selasa (26/05/2026).
Dalam arahannya, SF Hariyanto menegaskan dirinya tidak akan mentolerir berbagai bentuk penyimpangan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah dan temuan pemeriksaan.
“Saya tegaskan, tidak ada lagi pegawai yang tidak bekerja. Saya minta yang dari Setwan berdiri. Saya ingatkan, saya tidak mau lagi ada persoalan SPPD di Sekwan pada tahun depan,” tegasnya di hadapan para pejabat yang dilantik.
Ia menekankan agar seluruh aparatur sipil negara tidak lagi melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Saya ingatkan, jangan lagi ada perbuatan-perbuatan yang merugikan masyarakat dan merugikan Pemerintah Provinsi Riau. Kalau masih ada, saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas,” ujarnya.
Menurut SF Hariyanto, pelantikan dan perombakan jabatan yang dilakukan merupakan langkah besar dalam upaya pembenahan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
“Ini yang pertama dalam sejarah kita melakukan perombakan besar di Pemerintah Provinsi Riau,” katanya.
Ia juga mengaku kecewa karena masih ditemukan berbagai persoalan dan dugaan penyimpangan di sejumlah instansi, bahkan dengan nilai kerugian yang disebut mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
“Angkanya bukan sedikit, puluhan miliar bahkan ratusan miliar. Saya malu kepada masyarakat kalau hal seperti ini masih terjadi,” ungkapnya.
Khusus kepada pejabat dan pegawai baru yang ditempatkan di lingkungan Sekretariat DPRD Riau (Setwan), SF Hariyanto meminta agar pengawasan internal diperketat dan seluruh pejabat bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan kerja masing-masing.
“Jika nanti masih ada temuan lagi, kalian yang baru ini akan saya tarik masalah hukumnya. Jika kurang pengawasan, itu menjadi tanggung jawab kalian, termasuk Sekwan,” tegasnya lagi.
SF Hariyanto juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan mutasi dan pemindahan terhadap 308 pegawai di lingkungan Setwan DPRD Riau sebagai bagian dari langkah pembenahan birokrasi dan pembersihan internal pemerintahan.
“Kalau memang masih ada yang bermain, saya ganti semua. Saya bersihkan. Jangan ada lagi yang coba-coba,” katanya dengan nada tinggi.
Selain itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau segera menindaklanjuti seluruh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun hasil pemeriksaan internal pemerintah daerah.
“Saya minta seluruh OPD, kalau ada temuan BPK maupun temuan internal, segera kembalikan. Jangan tunggu diproses lebih jauh,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah untuk bekerja secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Negara sedang tidak baik-baik saja, masyarakat sedang susah. Jangan lagi ada yang bermain-main dengan anggaran,” tutup SF Hariyanto.(Red*)
